Jumat, 29 Januari 2016

Olimpiade Biolimpic 2016 Se-Jawa (SMA/ SMK/ MA/ Sederajat)

Hello Guys! Olimpiade BIOLIMPIC kembali digelar! Tema Olimpiade BIOLIMPIC tahun 2016 ini mengangkat tema “Kuperbaiki Alam dengan Kearifan Lokal”. Kita bersama berupaya melindungi alam sekitar kita dengan jalan saintifik dan juga aksi kebudayaan lokal di sekitar kita. Agar alam tidak semata-mata dikeruk demi keuntungan para pemilik modal! Namun benar-benar dijiwai dan dikawal terus oleh masyarakat untuk hajat hidup orang banyak.  



Rincian Acara: Olimpiade BIOLIMPIC 2016 ini merupakan bagian dari agenda akbar Pekan Raya Biologi (PRB) diantaranya ada EXPO, kunjungan Lab, aksi masyarakat warga Biologi, dll. Berbekal pengalaman sukses menyelenggarakan Olimpiade Biologi tingkat SMA/MA/SMK se derajat, Mahasiswa Biologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menggelar acara tersebut di tahun 2016. Di tahun sebelumnya, pada BIOLIMPIC pertama yang dilaksanakan 2014 lalu, sukses mengantarkan putra putri generasi penerus bangsa se regional DIY, Jawa tengah, dan Jawa Timur untuk bersilaturahmi sekaligus berkompetisi di bidang keilmuan Biologi. Total peserta yang mengikuti BIOLIMPIC 2014 sebanyak 225 siswa.Dilanjutkan penyelenggaraan kedua pada tahun 2015, dengan luas wilayah yang sama, jumlah peserta bertambah menjadi sekitar 300 Siswa(sumber: data Panitia 2014 dan 2015).
BIOLIMPIC (Olimpiade Biologi) akan di gelar kembali di tahun 2016, dan memantapkan menjadi Olimpiade ke 3, dengan memperluas wilayah menjadi se Pulau JAWA. Wilayah yang dijadikan sebagai sasaran peserta meliputi DI Yogyakarta, Propinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Propinsi Banten.

Selasa, 24 November 2015

Sain dan Manusia

sains adalah hasil dari proses rasa ingin tahu manusia. menurut seorang dosen di fakultas sains dan teknologi UIN Suka yaitu Dr Muhammad Ja'far Luthfi,mengatakan bahwa sains didasarkan pada tiga alasan, yaitu rasa ingin tahu, iseng-iseng dan seni. seorang sains sejati lebih terlihat seperti orang "gila", bukan malah seperti orang yang rajin atau pandai. karena sains disasarkan kepada rasa ingin tahu. sains atau rasa ingin tahu telah ada dan melekat pada manusia sejak kanak-kanak. hal tersebut terlihat pada kebanyakan anak yang cenderung banyak bertanya.
jiwa sains adalah peralatan untuk membongkar fenomena yang terjadi di alam, sehingga sains itu hanya untuk mengetahui. sementara daya untuk mencipta sesuatu masuk kedalam teknologi. tindak lanjut setelah terbongkarnya salah satu fenomena oleh sains, atau merekayasa bongkaran yang telah dilakukan oleh sains adalah teknologi. sehingga sains itu berbeda dengan teknologi.
dalam analoginya yaitu pada palu, sains hanya mengetahui bentuk dan keberadaan palu, sementara fungsi palu untuk menancapkan paku atau yang lainnya masuk kedalam teknologi. contoh kasus pada kasus Einsteins. Einsteins hanya membongkar teori relativitas, sedangkan yang menggunakan teori relativitas untuk kepentingan perang bukanlah Einsteins. jadi Einsteins sebagai pelaku sains, dan pelaku teknologi disini mungkin pihak pemerintah Amerika dalam pembuatan bom.
Isac Newton tidak pernah memikirkan manfaat dari kerja iseng-iseng atau penemuannya tentang hukum gravitasi. namun sampai hari ini hukum gravitasi masih dibahas di sekolah-sekolah...